Rabu, 10 Oktober 2012

Alternatif Solusi Mengurangi Tawuran

Akhir-akhir ini marak kembali aksi tawuran entah itu yang dilakukan antar pelajar. Para pelajar yang seharusnya sedang giat belajar, meraka malah terlibat tawuran yang menjurus kepada tindakan kriminal. Padahal tawuran itu banyak sekali merenggut korban, bukan hanya korban luka atau cacat, tapi bisa sampai meninggal dunia.
 
Disini saya akan mencoba memberikan alternatif solusi untuk mengurangi tawuran ini. Ada banyak solusi tawuran yang telah saya baca sebelumnya.Tetapi tidak semua solusi itu benar atau sukses untuk mengatasi masalah tawuran. Ada beberapa gagasan atau solusi  yang keliru untuk mengatasi tawuran, yaitu :
  • Menjatuhkan skorsing bagi para pelaku tawuran. Pada awalnya, dengan adanya skorsing beberapa hari, diharapkan pelajar menjadi jera dan tidak ikut lagi tawuran. Namun, yang dilupakan dalam hal ini yaitu, pelajar yang terkena skorsing,  bukannya menjadi jera, namun justru akan menaruh rasa dendam yang suatu saat akan meledak dalam bentuk tawuran.
  • Mengeluarkan pelajar yang terlibat tawuran dan tindak pidana.Dengan dihukum secara pidana dan dimasukkan ke LP (Lembaga Pemasyaraatan) maka diharapkan akan membuat jera si pelaku ataupun teman-temannya. Namun, bisa jadi, mereka yang di-LP-kan, sesudah keluar dari LP, justru akan menjadi “monster” yang lebih mengerikan. Bahkan bisa menghasut adik-adik pelajar di sekolahnya.
  • Memindahkan sekolah ke tempat lain. Jika lokasi sekolah dipindah, maka diharapkan tidak terjadi gesekan-gesekan sosial dengan pelajar lain, sebab lokasi sekolahnya berjauhan. Betul, lokasi sekolahnya berjauhan. Tetapi ketika pulang sekolah, mereka bisa saja dicegat para pelajar lain sebagai pihak penantang atau penyerang.
  •  Memutasikan atau memecat kepala sekolahnya. Dengan cara memutasikan atau memecat kepala sekolah, maka diharapkan kepala sekolah yang baru akan lebih bersikap berhati-hati dan akan mendidik para pelajarnya sebaik mungkin. Teorinya memang begitu. namun, hal demikian tidak efektif karena kemampuan kepala sekola terbatas. Tidak mungkin bisa mengawasi semua para pelajarnya, apalagi di luar sekolah.
Jika kita membaca solusi diatas,banyak sekolah yang menggunakan solusi tersebut, padahal hal itu akan menyebabkan yang lebih buruk lagi. Saya juga tidak menyalahkan solusi diatas. Saya ingin memberikan solusi alternatif saya untuk mencegah tawuran, yaitu :
  • Menanamkan kesadaran bahwa tawuran itu tidak ada segi positifnya. Menanamkan cara berpikir positif tentang bagaimana cara menyeleesaikan masalah secara baik-baik. Mengajari bagaimana caranya menghindarkan diri dari terjadinya tawuran. Memberitahu bagaimana caranya menyelamatkan diri dari bentrokan antarpelajar. Membeitahu tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah secara baik-baik.Menanamkan faham bahwa mengalah bukanlah kalah. Mengajarkan bagaimana usaha untuk mengendalikan emosi-negatif menjadi emosi-positif.
  • Mengubah mindset para pelajar
    Solusi terbaik yaitu adanya program mengubah mindset para pelajar dari perilaku pro-tawuran menjadi perilaku anti-tawuran. Untuk itu, dibutuhkan pencerahan-pencerahan psikologis yang langsung menyentuh kejiwaan para pelajar. Tentu, harus dilakukan oleh pihak yang mempunyai keahlian untuk itu. 

    Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar