Jumat, 29 Oktober 2010

PENDUDUK


PENDUDUK

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di tempat tersebut.
Jumlah penduduk dapat diperoleh melalui bebrapa cara yaitu:
1.      Sensus penduduk
Sensus penduduk merupakan proses pengumpulan, penyusunan, serta penyebarluasan data demografi, sosial, dan ekonomi mengenai jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu.
2.      Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk adalah proses pencatatan peristiwa-peristiwa kependudukan. Data kependudukan yang dicatat berupa data penting seperti, kelahiran, kematian, dan perkawinan.
3.      Survei Penduduk
Survei penduduk adalah proses pengumpulan dan penyusuna data kependudukan untuk mendapatkan informasi tertentu yang berkaitan dengan masalah sosial ekonomi, psikologi, dan faktor lainnya.
Dari ketiga sumber data penduduk diatas, data kependudukan dapat dikumpulkan dan diproses untuk mengetahui perkembangan penduduk dari segi kualitas dan kuantitasnya. Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk dalam  per satuan unit wilayah. Perubahan kepadatan penduduk selalu bertambah disetiap tahunnya.  Kepadatan penduduk dewasa ini tidak telepas dari bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang meningkat. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah penduduk ini juga di pengaruhi oleh tiga faktor yang utama, yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Kriteria pengukuran tingkat perumbuhan penduduk adalah sebagai berikut :
  • Rendah, apabila tingkat pertumbuhan penduduk kurang dari 1% per tahun.
  • Sedang, apabila tingkat pertumbuhan penduduk antara 1-2% per tahun.
  • Tinggi, apabila tingkat pertumbuhan penduduk lebih dari 2% per tahun
Berikut ini adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk pada tahun (2005):
  1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
  2. India (1.103.600.000 jiwa)
  3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
  4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
  5. Brasil (186.112.794 jiwa)
  6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
  7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
  8. Rusia (143.420.309 jiwa)
  9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
  10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Persebaran penduduk Indonesia tidak merata,itu di karenakan faktor kesuburan tanah, pembangunan, kualitas pendidikan, dan penyebaran sumber daya alam yang kurang merata. Karena pesebaran yang tidak merata ini dapat menimbulkan masalah-masalah sosial dan yang lainnya, yaitu pertahanan dan keamanan, perekonomian, sosial, dan pendidakan. Usaha yang ahrus dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah, sebagai berikut
a.         Mendorong program transmigrasi
b.         Memperlancar transportasi antar wilayah
c.         Pembangunan industri yang merata
d.         Meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil.
Masalah Komposisi Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 1990 berjumlah179246785 dari jumlah tersebut komposisi usianya tidak berimbang yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah baru.Kategori Berdasarkan Usia Sebagai Berikut :
USIA (thn)
JUMLAH (jiwa)
0 - 4
20.985.144
5 - 9
23.223.058
10 - 14
21.482.141
15 - 19
18.926.983
20 - 24
16.128.352
25 - 29
15.623.530
30 - 34
13.245.794
35 - 39
11.184.217
40 - 44
8.081.636
45 - 49
7.565.664
50 - 54
6.687.586
55 - 59
4.831.697
60 - 64
4.526.451
65 - 69
2.749.724
70 - 74
2.029.026
>75
4.415
Sumber : Kantor BPS Jawa Timur

Berdasarkan angka-angaka tersebut tampak penumpukan jumlah penduduk
pada usia muda, yaitu usia 0 -4 tahun berjumlah 20985144 jiwa, usia 5-9 tahun
sebesar 23223058 jiwa dan 10 -14 tahun 21428141 jiwa yang mana pada usia
tersebut belum produktif masih tergantung pada orang-orang lain terutama
keluarga.
Masalah-masalah yang dapat timbul akibat keadaan demikian adalah :
1) Aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga.
2) Aspek pemenuhan gizi.Kemampuan ekonomi yang kurang dapat pula berakibat pada pemenuhan makanan yang dibutuhkan baik jumlah makanan (kuantitatif) sehingga dampak lebih lanjut adalah adanya rawan atau kurang gizi (malnutrition).
3) Aspek Pendidikan
4) Lapangan Kerja
Alternatif Pemecahan masalah yang ditimbul dari masalah diatas:
(a) Pengendalian angka kelahiran melalui KB.
(b) Peningkatan masa pendidikan.
(c) Penundaaan usia perkawinan

Kesimpulan dari semua diatas adalah pentingya peran pemerintah untuk menyelesaikan masalah kependudukan ini dan juga masyarakatnya. Selain itu kualitas pendidikan dan pemerataannya sangat berpengaruh agar anak-anak yang bersekolah bisa menjadi Sumber Daya Manusia ( SDM) yang berkualitas untuk kedepanya. Dan juga pelayanan kesehatan pada rakyat-rakyat miskin. Serta memperluas lapangan kerja, untuk mencegah membludknya tingkat pengangguran, dan pemerataan pembangunan di seluruh bidang dan di seluruh daerah.

Daftar Pustaka:
Tika, Pabundu et all. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi 2 SMA/MA. Jakarta:Bumi Aksara
wikipedia.com
BPS, 1994, Profil Kependudukan Propinsi Jawa Timur, BPS, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar