Selasa, 03 Januari 2012

Kepemimpinan

  • Definisi Kepemimpinan.
  1. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
  2. Ordway Tead (1929)
    Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.
  3. Katz & Kahn (1978)
    Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.
  4. William G.Scott (1962)
    Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
  5. P. Pigors (1935)
    Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.
  • Gaya Kepemimpinan  
    1. Gaya Kepemimpinan Autokratis       
    • Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.
    • Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan.
    • Menurut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
    1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin. 
    2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas. 
    3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.
    • Menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis :
    1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
    2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja. 
    3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota. 
    4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya.
         2. Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
    • Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan. 
    • Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan
      kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja.
    • Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987):
    1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin. 
    2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
    3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.
    • Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997):
    1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
    2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
    3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

        3.  Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas).
    • Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002).

    • Dan jika saya menjadi seorang pemimpin saya akan memilih gaya kepemimpinan yang demokratis. Karena kepemimipinan yang demokratis itu tidak mementingkan kepentingan diri sendiri melaikan maendahulukan kepentingan bersama, dan setiap rakyat/anggota dapat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan.
     

    sumber : 
    1.  http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.html
    2.  http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/definisi-kepemimpinan.htm

    Kamis, 08 Desember 2011

    Mengelola Konflik Organisasi

    Definisi Konflik Organisasi

    Menurut Soerjono Soekanto konflik adalah suatu proses sosial yang terjadi pada inividu ataupun kelompok yang dilakukan untuk mencapai tujuannya dengan cara yang yang menentang atau dengan cara melawan pihak lain yang diikuti dengan ancaman dan kekerasan. 
    Konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa sebuah konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik.

    Perbadaan Pandangan Tradisional dan Interaksionis Mengenai Konflik
    1. Pandangan tradisional (The Traditional View). Konflik biasanya disebabkan oleh kesalahan manajer dalam merancang dan memimpin organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, manajer sebagai pihak manajemen bertugas meminimalisasikan konflik. Oleh sebab itu konflik adalah suatu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini juga akan menimbulkan komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang. 
    2. Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini lebih mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadi sebuah konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis – diri, dan kreatif.

    Sumber Utama Penyebab Konflik

    Idividu-individu yang terdapat dalam sebuah organisasi mempunyai banyak tekanan yang mengakibatkan timbulnya konflik. Berikut adalah sumber utama penyebab konflik :

    1. Pembagian sumber daya-sumber daya yang terbatas.
    2. Perbedaan dalam tujuan.
    3. Adanya ketergantungan dalam bekerja.
    4. Perbadaan penilaian atau persepsi.
    5. Sifat yang masih individualisme.

    Teknik-Teknik Utama Pemecahan Konflik
    1. Subjugation atau domination, yaitu penyelesaian konflik dengan orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Namun sisi negatif dari cara ini adalah akan ada pihak yang akan dirugikan atau tidak puas dengan keputusan.
    2. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
    3. Kompromi, yaitu pencarian jalan tengah untuk menyelasikan konflik, pemecahan dengan cara kompromi adalah caranya yang demokaratis, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
    4. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.

    sumber : 
    • http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
    • Widyatmini. 1996. Pengantar Organisasi & Metode. Edisi Pertama Cetakan Kelima. Depok. Gunadarma.
    • Subagiyo dan Wibowo, Mardian. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.


    Senin, 14 November 2011

    Program update dan sorting pascal

    ini adalah contoh codingan program pascal sort data dan update : 
    Program Mahasiswa;
             uses crt;
             label 1;
             type
                  DMHS = record
                  Nama : String;
                  NPM : String;
                  Kelas :string;
                  end;
             var
                  List : array [1..100] of DMHS;
                  i, h, j, n, pil, m, a : integer;
                  NPM1 : String;
                  temp : DMHS;
                  z : string;

    procedure insert;
    begin
    inc(i);
    inc(n);
    gotoxy(6,16); write('Masukkan Data Mahasiswa');
    gotoxy(6,18); write('NPM Mahasiswa : '); readln(List[i].NPM);
    gotoxy(6,19); write('Nama Mahasiswa : '); readln(List[i].Nama);
    gotoxy(6,20); write('Kelas Mahasiswa : '); readln(List[i].KELAS);
    end;

    procedure cari(z : String);
    var
    i : integer;
    berhasil : boolean;
    begin
    i := 1;
    berhasil := false;
    while (not berhasil) and (i <= n) do
    if List[i].NPM = z then
    berhasil := true
    else
    i := i + 1;
    if berhasil then

    begin
    gotoxy(21,15); write('Mahasiswa Dengan NPM ',z,' : Ditemukan');
    gotoxy(18,17); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(18,18); writeln('|    NPM    |        NAMA        |   KELAS   ;');
    gotoxy(18,19); writeln('|___________|____________________|___________|');
    gotoxy(18,20); writeln('|           |                    |           |');
    gotoxy(18,21); writeln('|           |                    |           |');
    gotoxy(20,21); writeln(List[i].NPM);
    gotoxy(33,21); writeln(List[i].Nama);
    gotoxy(55,21); writeln(List[i].KELAS);
    gotoxy(18,22); writeln('|___________|____________________|___________|');
    end
    else
    begin
    gotoxy(21,15); write('Mahasiswa Dengan NPM ',z,' : Tidak Ditemukan');
    end;
    end;

    procedure update(p : String);
    var
    x, y, z : String;
    q, o : integer;
    berhasil : boolean;
    begin
    q := 1;
    if (NPM1 = '0') or (NPM1 = '') then
    begin
    gotoxy(15,20); write('Masukkan NPM yang Benar');
    end
    else
    begin
    berhasil := false;
    while (not berhasil) and (q <= n) do
    if List[q].NPM = p then
    berhasil := true
    else

    q := q + 1;
    if berhasil then
    begin
    gotoxy(5,21); write('Data Yang Akan di Update : ');
    gotoxy(5,20); write('1. NPM 2. Nama 3. Kelas');
    gotoxy(33,21); readln(pil);
    case pil of

    1 : begin
    gotoxy(5,23); write('Masukkan NPM yang Baru : ');
    readln(x);
    List[q].NPM := x;
    end;

    2 : begin
    gotoxy(5,23); write('Masukkan Nama yang Baru : ');
    readln(y);
    List[q].Nama := y;
    end;

    3 : begin
    gotoxy(5,23); write('Masukkan Kelas yang Baru : ');
    readln(z);
    List[q].KELAS := z;
    end;
    end;
    end
    else

    begin
    gotoxy(5,22); write('NPM ',p,' Tidak Terdapat Dalam Daftar');

    end;
    end;
    end;

    procedure cetak;
    begin
    if m = 2 then
    begin
    gotoxy(37,2); write('Tabel Nilai Mahasiswa Setelah Diurutkan');
    end
    else if m = 0 then
    begin
    gotoxy(47,2); write('Tabel Nilai Mahasiswa');
    end;
    gotoxy(35,4); writeln  ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(35,5); writeln  ('|    NPM    |       NAMA         |  KELAS   |');
    gotoxy(35,6); writeln  ('|___________|____________________|__________|');
    gotoxy(35,7); writeln  ('|           |                    |          |');
    gotoxy(35,8+n); writeln('|___________|____________________|__________|');
    for j := 1 to n do
    begin
    gotoxy(35,7+j); writeln('|           |                    |          |');
    gotoxy(37,7+j); writeln(List[j].NPM);
    gotoxy(50,7+j); writeln(List[j].Nama);
    gotoxy(72,7+j); writeln(List[j].KELAS);
    end;
    end;

    begin { Program Utama }
    i := 0;
    n := 0;
    repeat
    1 : clrscr;
    m := 0;
    gotoxy(3,2); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,3); writeln ('|      Menu     |');
    gotoxy(3,4); writeln ('|               |');
    gotoxy(3,5); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,6); writeln ('|   1. Insert   |');
    gotoxy(3,7); writeln ('|   2. Urutkan  |');
    gotoxy(3,8); writeln ('|   3. Cari MHS |');
    gotoxy(3,9); writeln ('|   4. Update   |');
    gotoxy(3,10); writeln('|   5. Exit     |');
    gotoxy(3,11); writeln('|               |');
    gotoxy(3,12); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,13); writeln('|  Pilihan :    |');
    gotoxy(3,14); writeln('|_______________|');
    cetak;
    gotoxy(16,13); readln (pil);
    case pil of
    1 : begin
    m := 0;
    insert;
    end;
    2 : begin
    repeat
    clrscr;
    gotoxy(3,2); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,3); writeln ('|      Menu     |');
    gotoxy(3,4); writeln ('|               |');
    gotoxy(3,5); writeln ('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,6); writeln ('|   1. NPM      |');
    gotoxy(3,7); writeln ('|   2. Nama     |');
    gotoxy(3,8); writeln ('|   3. Kelas    |');
    gotoxy(3,9); writeln ('|   4. Menu     |');
    gotoxy(3,10); writeln('|   5. Exit     |');
    gotoxy(3,11); writeln('|               |');
    gotoxy(3,12); writeln('|¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯|');
    gotoxy(3,13); writeln('|   Pilihan:    |');
    gotoxy(3,14); writeln('|_______________|');

    cetak;
    gotoxy(16,13); readln(pil);
    m := 2;
    case pil of
    1 : begin
    for h := 1 to n-1 do
    for j := 1 to n-1 do
    if List[j].NPM > List[j+1].NPM then

    begin
    temp := List[j];
    List[j] := List[j+1];
    List[j+1] := temp;
    end;
    end;
    2 : begin
    for h := 1 to n-1 do
    for j := 1 to n-1 do
    if List[j].Nama > List[j+1].Nama then

    begin
    temp := List[j];
    List[j] := List[j+1];
    List[j+1] := temp;
    end;
    end;
    3 : begin
    for h := 1 to n-1 do
    for j := 1 to n-1 do
    if List[j].KELAS > List[j+1].KELAS then

    begin
    temp := List[j];
    List[j] := List[j+1];
    List[j+1] := temp;
    end;
    end;
    4 : begin
    goto 1;
    end;
    end;
    cetak;
    until
    pil >= 5;
    end;
    3 : begin
    gotoxy(21,15); write('NPM Mahasiswa yang akan dicari : ');
    readln(NPM1);
    cari(NPM1);
    gotoxy(18,24); write('Tekan Sembarang Tombol Untuk Kembali Ke Menu');
    end;

    4 : begin
    gotoxy(5,18); write('NPM Mahasiswa Yang Akan di Update : ');
    readln(NPM1);
    update(NPM1);
    end;
    end;
    until pil >= 5;
    end.

    ini adalah tampilan/ouput  dari program diatas

    Selasa, 18 Oktober 2011

    Teori Organisasi

    Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.
    Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

    Berikut ini definisi organisasi yang dipaparkan oleh beberapa para ahli:
    James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
    Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
    Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
    Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
    Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
    Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”

    Unsur-unsur

    Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
    1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
    2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
    3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

    Jenis-jenis

    Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
    1. Pikiran (psychological participation)
    2. Tenaga (physical partisipation)
    3. Pikiran dan tenaga
    4. Keahlian
    5. Barang
    6. Uang
    Organisasi terbagi menjadi 2 yaitu :

    1. Pengertian Teori organisasi statis

    Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok p) Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu: 1. Dalam arti statis, yaitu .Email Perusahaan Instansi Institusi Organisasi Pribadi, Djamboe WebDesign, Djamboe WebDesign, IT Consultant dan Web Development, Perusahaan Pembuatan Aplikasi .Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak .Hubungan Vertikal & Horizontal Dalam Struktur Organisasi. Struktur Organisasi statis, tampak pada struktur organisasi. Komponen 4: dinamis, tidak tampak.


    2. Pengertian Teori organisasi dinamis

    Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

    sumber : 

    Rabu, 05 Oktober 2011

    Contoh Program Sort Pascal

             USES CRT;
             CONST
                garis='------------------------------------------------------';
             VAR
                  kelas     : ARRAY [1..100] OF STRING[5];
                  npm       : ARRAY [1..100] OF STRING[8];
                  nama      : ARRAY [1..100] OF STRING[15];
                  n,i,bar,kelompok,tempatnya_min,pil   : INTEGER;
                  min, temp : STRING;
                  label menu;
                  label exit;
           BEGIN
                  CLRSCR;
                  WRITE('MAU ISI BERAPA DATA : ');
                  READLN(N);
                  FOR i:= 1 TO n DO
                  BEGIN
                       CLRSCR;
                       GOTOXY(30,4); WRITE('DATA KE- ',i:2);
                       GOTOXY(10,7); WRITE('NPM     : '); READLN(NPM[i]);
                       GOTOXY(10,8); WRITE('NAMA    : '); READLN(NAMA[i]);
                       GOTOXY(10,9); WRITE('KELAS   : '); READLN(KELAS[i]);
                  END;
                  menu:
                  clrscr;
                  writeln('pilihan anda : ');
                  writeln('1.sort by class');
                  writeln('2.sort by name');
                  writeln('3.exit');
                  write('pilih pilihan anda :');readln(pil);
                  case pil of
                  1:FOR kelompok := 1 TO n DO
                  BEGIN
                       min := KELAS[kelompok];
                       FOR i := kelompok TO n DO
                   BEGIN
                        IF (KELAS[i] <= min) THEN
                    BEGIN
                         min := KELAS[i];
                            tempatnya_min := i;
                    END;
                   END;

                  temp := KELAS[kelompok];
                  KELAS[kelompok] := KELAS[tempatnya_min];
                  KELAS[tempatnya_min] := temp;

                  temp := NPM[kelompok];
                  NPM[kelompok] := NPM[tempatnya_min];
                  NPM[tempatnya_min] := temp;

                  temp := NAMA[kelompok];
                  NAMA[kelompok] := NAMA[tempatnya_min];
                  NAMA[tempatnya_min] := temp;
                  END;
                  2:FOR kelompok := 1 TO n DO
                  BEGIN
                       min := NAMA[kelompok];
                       FOR i := kelompok TO n DO
                   BEGIN
                        IF (NAMA[i] <= min) THEN
                    BEGIN
                         min := NAMA[i];
                            tempatnya_min := i;
                    END;
                   END;

                  temp := KELAS[kelompok];
                  KELAS[kelompok] := KELAS[tempatnya_min];
                  KELAS[tempatnya_min] := temp;

                  temp := NPM[kelompok];
                  NPM[kelompok] := NPM[tempatnya_min];
                  NPM[tempatnya_min] := temp;

                  temp := NAMA[kelompok];
                  NAMA[kelompok] := NAMA[tempatnya_min];
                  NAMA[tempatnya_min] := temp;
                  END;
                  3:goto exit;
                  end;
                  CLRSCR;
                  GOTOXY(5,4); WRITE(GARIS);
                  GOTOXY(5,5); WRITE('NO');
                  GOTOXY(9,5); WRITE('NPM');
                  GOTOXY(20,5); WRITE('NAMA');
                  GOTOXY(37,5); WRITE('KELAS');
                  GOTOXY(47,5); WRITE('PARAF');
                  GOTOXY(5,6); WRITE(GARIS);
                  {  proses Cetak isi array di absen  }
                  bar:=7;
                  FOR i:= 1 TO n DO
                  BEGIN
                       {  penempatan cetak array  }
                       GOTOXY(5,bar); WRITELN(i:2);
                       GOTOXY(9,bar); WRITELN(NPM[i]);
                       GOTOXY(20,bar); WRITELN(NAMA[i]);
                       GOTOXY(37,bar); WRITELN(KELAS[i]);
                       GOTOXY(47,bar); WRITELN(i,'. . .');
                       bar:=bar+1;
                  END;
                  GOTOXY(5,bar+1);WRITELN(garis);
                  READLN;
                  goto menu;
                  exit:
             END.

    Senin, 30 Mei 2011

    Manusia dan Harapan

    Harapan
    Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnyadengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

    Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
    Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
    1. kelangsugnan hidup
    2. keamanan
    3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
    4. diakui lingkungan
    5. perwujudan cita-cita

    Harapan sangat menyangkut tentang masa depan. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain ,yakni dorongan kodarat dan dorongan kebutuahn hidup.

    Dorongan Kodrat

    Kodrat yaitu sifat,keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelmaq dalam diri manusia itu diciptakan oleh Tuhan,misalnya menangis,bergembira,berpikir,berkata,berjalan dan sebagainya.
    Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan,seperti halnya orang yang menonton pertunjukan lawak, sehingga pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa lepas.
    Kodrat juga terdapat pada hewan dan tumbuh-tumbuhan karena mereka memperlukan makan,berkembanga biak dan mati,yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat hewan walau bagaimanapun juga besar perbedaannya.Perbadaan antara kedau makhluk tiu ,ialah bahwa manusai memiliki budi dan kehendak.Budi ialah akal,kemampuan untuk memilih .Keuda hal tersebut tidak dapat dipisahkan sebab bila orang akan memilih ,ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya,dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang benaar dan mana yang tidak benar dan kehendaknya manusia dapat memilih.Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat,kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul,hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusaia lainnya. Dengan kodrat ini ,maka manusia mempunyai harapan.

    Dorongan Kebutuhan Hidup

    Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup .Kebutuhan hidup pada garis besarnya dapat dibedakan atas: kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
    Kebutuhan jasmani misalnya :makan,minum,sandang,pangan,dan papan,serta ketenangan,keberhasilan dan hiburan.
    Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja keras sama dengan manusia lain hal ini disebabkan kemampuan manusia terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya. Dengan adanya doroangan kodrat dan doroangan kebutuah hidup itu maka manusia mempunyai harapan .Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia ialah:
    a) Kelangsugan hidup/survival
    b) Keamanan/safety
    c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintainya/be loving and love
    d) Perwujudan cita-cita/self actualization

    Kepercayaan

    Kepercayaan berasal dari kata percaya berarti mengakui atau menyakini akan kebenaran.Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
    Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseoranga bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri ,melainkna diterima dari oaring lain.Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lainitu disebabkan karena orang lain dapat dipercaya,yang diselidki bukan lagi masalah melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak.Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kebiwaannya disebut kepercayaan.
    Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan secara langsung atau tidak langsung kepada manusia.Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar.Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

    Kebenaran

    Kebenaran atua benar sangat penting bagi manusia.Dalam tingkah laku ,ucapan,perbuatan manusia selalu berhati-hati agar merka tidak emnyimpang dari kebenaran.Manusia sadar ,bahwa ketidakbenaran dlaam bertindak,berucap maupun bertindak dapat menjatuhkan namanya seperti pribahasa yang mengatakan”sekali lancing ke ujian ,selama hidup orang tak percaya”,karena itu,wajarlah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan,ketidakpastian dan kedukaan.
    Menurut Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya”Filsafat Ilmu”sebuah pengantar popular ada tiga teori kebenaran sebagai berikut:
    1. Teori Konsistensi
    Yaitu suatu pernyataan dianggpa benar bila pernyataan itu bersifat koherensi/konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar,contoh:setiap manusia akan mati
    2. Teori Korespodensi
    Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyatan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorenponden/berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut,contoh: Jakarta itu ibukota republic Indonesia.
    3. Teori Pragmatis
    Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

    Dalam berbagai jenis kebenaran tersebtu yang selalu diusahkan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak,berbuat,dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal itu akan langsung menjatukan nama baiknya sehingga orang tidak mempercayainya

    Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

    Dasar kepercayaan adalah kebenaran.Sumber kebenaran adalah manusia.Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:

    1) Kepercayaan pada diri sendiri
    2) Kepercayaan pada orang lain
    3) Kepercayaan pada Tuhan
    4) Kepercayaan pada pemerintah

    Sumber: